Setiap orang pasti memiliki cita cita masing masing. Ada yang ingin
menjadi orang penting, menjadi polisi, menjadi ilmuan dan lain lain. Nah
tidak semua orang berhasil mencapai cita cita mereka. Tetapi ada juga
yang berhasil menggapai cita cita mereka, Mengapa mereka berhasil
berikut hal hal yang membawa keberhasilan pada cita cita anda..
1. Teruslah belajar pada hal yang anda cita citakan, jagan pernah
berhenti belajar karena dalam mencapai sebuah cita cita dibutuhkan usaha
yang keras, dan ingat saingan anda di dunia ini adalah banyak
2. Jangan pernah menyerah, walaupun banyak orang yang mengatakan itu
adalah hal yang mustahil, sungguh tidak ada hal yang mustahil di dunia
ini.
3. Jangan pernah merubah niat anda, teruslah konsisten dengan apa yang
anda cita citakan, jangan terpengaruh dengan kesuksesan yang ada lihat
dan anda beralih ke sana kemari, tetaplah terus konsisten pada cita cita
anda, contohnya jika anda anda bercita cita menjadi pemain bola
teruslah bermain bola, jangan pernah merubah rubah cita cita anda,
jangan pernah anda berubah rubah misalnya sesekali anda ingin main
basket, kadang kadang ingin main bulu tangkis, sungguh orang seperti ini
tidak akan menjadi orang yang hebat, karena mustahil untuk menggapai
semua hal di dunia ini, fokus lah pada suatu objek dan anda akan menjadi
orang yang terhebat pada objek tersebut.
4. Carilah motifasi hidup anda yang mana akan mendukung anda dalam
menggapai cita cita anda dan akan memberi semangat yang lebih pada diri
anda, contoh jika anda bercita cita menjadi ilmuan anda dapat memotifasi
diri anda pada seseorang ilmuan hebat seperti Albert Einstein.
5. Teruslah berdoa pada yang maha kuasa, karena sungguh apabila tuhan
tidak mengizinkan maka semua hal tidak akan pernah terjadi, nah
disamping usaha kita ini adalah hal yang paling penting.
Nah demikianlah hal hal yang perlu dilakukan agar cita cita anda tercapai dan menjadi orang yang sukses :D
Fadzi Pradana
Senin, 05 November 2012
Sejarah Sumpah Pemuda
Pada tanggal 27 Oktober 1928 dilangsungkan Kongres Pemuda II di Jakarta.
Kongres ini diprakarsai oleh PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar
Indonesia) yang didirikan di Jakarta pada tahun 1926, anggotanya
kebanyakan mahasiswa sekolah hukum dan beberapa mahasiswa kedokteran di
Batavia.1) Kongres ini
dihadiri oleh 9 organisasi pemuda yang paling terkemuka, yaitu Jong
Sumatranen Bond, Pemuda Indonesia, Sekar Rukun, Jong Islamienten, Jong
Bataks Bond, Jong Celebes, Pemuda Kaum Betawi dan PPPI.2)
Selain para pemuda, kongres juga dihadiri oleh tokoh-tokoh pergerakan
nasional dari partai politik, diantaranya Soekarno, Sartono, dan
Sunaryo.3) Selain itu,
hadir pula 2 orang utusan volksraad dan 2 orang wakil pemerintah Hindia
Belanda, yaitu Dr. Pijper dan Van der Plas. Keduanya adalah tokoh
Inlandsche Zaken.4)
Susunan panitia kongres adalah sebagai berikut: Ketua adalah Sugondo
Djojopuspito dari PPPI, Wakil Ketua dari Jong Java (Djoko Marsiad),
Sekretaris dari Jong Sumatranen Bond (Muh. Yamin), Bendahara dari Jong
Bataks Bond (Amir Syarifuddin), Pembantu I dari Jong Islamienten Bond
(Djohan Muh Tjai), Pembantu II dari Pemuda Indonesia (Kotjosungkono),
Pembantu III dari Jong Celebes (Senduk), Pembantu IV dari Jong Ambon (J.
Leimena), dan Pembantu V, Rohjani dari Pemuda Betawi.5)
Pokok persoalan yang dibahas dalam kongres tersebut adalah bagaimana
cara mendapatkan bentuk persatuan di antara pemuda-pemuda Indonesia yang
sudah lama dicita-citakan oleh para pemuda dan mahasiswa Indonesia,
baik di Indonesia maupun di negeri Belanda.
Kongres Pemuda II berlangsung dalam rapat umum terbuka di tiga tempat
yang berbeda, menampilkan tiga prasaran, yaitu “Persatuan dan Kebangsaan
Indonesia” oleh Muh. Yamin, “Pendidikan” oleh Nn. Purnomowulan, Darwono
dan S. Mangunsarkoro, “Kepanduan” oleh Ramelan, dan Mr. Suaryo.6)
Pada rapat umum yang ketiga yang juga merupakan sidang penutup kongres,
bertepatan dengan hari Minggu malam Senin 28 Oktober 1928, dibacakan
hasil keputusan kongres. Intinya berbunyi:
Pertama : Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah Indonesia
Kedua: Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.7)
Kedua: Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.7)

Inilah yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda, dan dibacakan
kembali pada setiap upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda tanggal 28
Oktober setiap tahun.
Pada sidang penutupan itu pula diperdengarkan Lagu Indonesia Raya untuk
pertama kalinya di depan umum, oleh paduan suara yang terdiri dari
anggota-anggota PPPI, dipimpin oleh Bintang Sudibyo (Ibu Sud), diiringi
gesekan biola oleh penciptanya sendiri, Wage Rudolp Supratman.
Pernyataan ikrar, satu tumpah darah, satu bangsa, dan satu bahasa oleh
peserta kongres, disusul dengan tekad dan keyakinan bahwa asas itu wajib
dipakai oleh segala perkumpulan kebangsaan Indonesia.
Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda, pada dasarnya merupakan
kelanjutan dari Kongres Pemuda I yang dilaksanakan 2 tahun sebelumnya.
Kongres Pemuda I dilaksanakan oleh sebuha komite yang bernama Jong
Indonesia Kongres Komite, di bawah pimpinan Tabrani. Anggota-anggotanya
teridiri dari wakil-wakil organisasi pemuda yang ada waktu itu.
Tujuan Kongres Pemuda I adalah menanamkan semangat kerjasama antar
perkumpulan pemuda di Indonesia untuk menjadi dasar bagi persatuan
Indonesia, dalam arti yang lebih luas.8)
Diharapkan kongres akan membentuk suatu badan perhimpunan massa pemuda
Indonesia yang merupakan gabungan dari seluruh perkumpulan pemuda pada
waktu itu. Kongres yang berlangsung dari tanggal 30 April sampai 2 Mei
1926 itu ternyata tidak mencapai tujuannya. Beberapa bulan setelah
berlangsungnya Kongres Pemuda I, berdiri perkumpulan pemuda yang baru,
bernama Jong Indonesia (31 Agustus 1926). Pada awal 1927 Algemene Studie
Club di Bandung yang dipimpin oleh Soekarno, mendirikan pula organisasi
pemuda yang juga diberi nama Jong Indonesia yang kemudian diganti
menjadi Pemuda Indonesia.
Kenyataan semakin bertambahnya organisasi pemuda ini, mendorong pemuda
yang tergabung dalam PPPI mengambil prakarsa untuk melaksanakan Kongres
Pemuda II. Dengan demikian Kongres Pemuda II sesungguhnya merupakan
kelanjutan dari Kongres Pemuda I.
Sejarah Manchester United
Klub ini pertama kali dibentuk dengan nama Newton Heath Lancashire and Yorkshire Railway Football Club (Newton Heath L&YR F.C.) pada tahun 1878 oleh para pekerja rel kereta api di Newton Heath.
Tim sudah menjadi anggota Football League
setahun sebelumnya (1891-1892) dan mulai memutuskan hubungannya dengan
stasiun kereta api, menjadi perusahaan mandiri, mengangkat seorang
sekretaris perkumpulan, dan menghapus nama belakang "L&YR" menjadi Newton Heath FC saja.
Pada
musim 1905-1906, mereka akhirnya promosi ke Divisi I setelah finish
diurutan kedua Divisi II (foto atas). Musim pertama mereka di Divisi I
menempati urutan ke-8 di klasemen. Pada akhirnya, mereka memenangkan
gelar liga pertamanya pada tahun 1908.
Mereka bermain di sebuah lapangan kecil di North Road, dekat stasiun kereta api Piccadilly Manchester selama 15 tahun, sebelum pindah ke Bank Street di kota dekat Clayton pada tahun 1893. Kostum tim berwarna hijau emas.
Tim sudah menjadi anggota Football League
setahun sebelumnya (1891-1892) dan mulai memutuskan hubungannya dengan
stasiun kereta api, menjadi perusahaan mandiri, mengangkat seorang
sekretaris perkumpulan, dan menghapus nama belakang "L&YR" menjadi Newton Heath FC saja.
Pada tahun 1902, tim nyaris bangkrut dengan utang lebih dari £2500. Lapangan Back Street mereka telah ditutup. Sebelum tim bubar, mereka menrima investasi dari J.H. Davies, direktur Manchester Breweries.
Awalnya, kapten tim, Harry Stafford, memamerkan anjing St. Bernard
miliknya. kemudian, Davies memutuskan untuk membeli anjing itu.
Stafford menolak, tapi dia berhasil mempengaruhi Davies untuk menanamkan
modal untuk tim dan menjadi chairman tim.
Setelah itu, mereka mengadakan rapat untuk mengganti nama klub. Manchester Central dan Manchester Celtic adalah nama yang diusulkan. Namun, Louis Rocca, seorang imigran muda asal Italia, mengusulkan nama Manchester United.
Usul Rocca pun disetujui dan nama Manchester United
resmi dipakai pada 26 April 1902. Davies juga memutuskan untuk
mengganti warna tim dari hijau emas menjadi merah putih sebagai warna
tim Manchester United.
Pada
musim 1905-1906, mereka akhirnya promosi ke Divisi I setelah finish
diurutan kedua Divisi II (foto atas). Musim pertama mereka di Divisi I
menempati urutan ke-8 di klasemen. Pada akhirnya, mereka memenangkan
gelar liga pertamanya pada tahun 1908.
Dua
tahun kemudian, mereka memenangkan trofi Liga di Divisi I untuk kedua
kalinya pada musim 1910-1911. United pindah ke lapangan barunya di Old Trafford. Mereka memainkan pertandingan pertamanya di Old Trafford pada tanggal 19 Februari 1910 melawan Liverpool.
Langganan:
Komentar (Atom)